Categories
NEWS

Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM): Peraturan Baru yang Tingkat Efektivitasnya Sama

Pada 6 Januari 2021, Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara resmi mengumumkan bahwa pemerintah pusat telah mempersiapkan peraturan baru yang dinamai Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Peraturan tersebut dibuat secara khusus mengingat peningkatan kasus COVID-19 setelah periode liburan akhir tahun. Direncanakan berlangsung selama dua minggu, kebijakan ini kemudian diperpanjang hingga 8 Februari 2021.

Foto diambil dari situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Setelah diterapkan selama hampir satu bulan lamanya, ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak efektif. Kebijakan yang tidak konsisten dan kurangnya pengawasan menjadi salah satu alasan kenapa peraturan ini hanya memiliki tingkat efektivitas 30%, ujarnya. Dia pun menambahkan bahwa pembatasan-pembatasan yang diberlakukan seharusnya diimplementasikan secara lebih tegas, khususnya di zona merah dan oranye.

Presiden Joko Widodo juga sudah mengeluarkan pernyataan bahwa beliau merasa kecewa dengan PPKM. Dia menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dan menyusun kebijakan yang lebih efektif untuk menahan laju tingkat penularan COVID-19 di negara ini. Secara khusus, Presiden Jokowi berharap bahwa peraturan tersebut bisa diterapkan di tingkat pemerintahan mikro seperti desa atau pun RT/RW. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat kabinet terbatas (ratas) bersama jajarannya.

Tidak lama setelah berjalannya ratas tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, yang juga didapuk menjadi wakil Airlangga di Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, melangsungkan diskusi Bersama para ahli epidemiologi. Dalam kesempatan tersebut, Hariadi Wibisono yang merupakan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menyampaikan beberapa sarannya.

“Dari semua kasus penularan COVID-19, asal penularan tidak bisa dilacak ke sumbernya. Artinya, kebijakan Testing, Tracing dan Treatment (3T) harus ditingkatkan.”

Mendekati akhir periode kedua pemberlakuan PPKM, kita semua berharap bahwa pertemuan antara pihak pemerintah dan ahli epidemiologi menghasilkan kebijakan yang lebih baik. Sementara itu, kita juga harus tetap meningkatkan kedisiplinan kita dalam menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M).

Categories
NEWS

Penjualan Terus Meningkat, Sebesar Apa Pengaruh Air Purifier untuk Menangkal COVID-19?

Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Pada bulan Juli 2020, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengeluarkan pernyataan resmi bahwa virus COVID-19 bisa ditularkan melalui udara alias airborne. Hal ini tentunya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang sebelumnya memahami bahwa virus tersebut hanya bisa menular melalui kontak langsung dengan sekresi berupa air liur dan semburan cairan yang dikeluarkan ketika seseorang yang sudah terjangkit COVID-19 berbicara, bernapas, bersin, batuk, atau bernyanyi.

Pernyataan WHO tersebut kemudian membuat masyarakat harus mencari cara lain untuk melindungi diri dan keluarganya selain secara konsisten menggunakan masker dan menghindari kerumunan. Hal ini dimanfaatkan oleh para produsen air purifier yang ramai-ramai memasarkan produknya. Gayung pun bersambut. Berbagai media memberitakan peningkatan penjualan produk air purifier yang signifikan menjelang akhir tahun 2020. Salah satu brand ternama bahkan menyebutkan bahwa rata-rata penjualan produk air purifier-nya di tahun 2020 lalu mencapai 10.000 unit per bulan.

Memangnya sebesar apa pengaruh produk air purifier dalam menangkal COVID-19?

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bahwa produk air purifier buatannya mampu menangkal COVID-19. Selain itu, Pulmonologist asal Texas, AS, Nidhy P. Varghese, MD, menjelaskan bahwa menyaring partikel yang beredar di udara saja tidak bisa menghentikan penyebaran COVID-19 karena ukurannya yang sangat kecil. Meski begitu, masyarakat berbondong-bondong membeli produk air purifier dan para produsen air purifier tersebut juga berlomba menghadirkan inovasi terbaru dan teknologi paling canggih dalam produknya.

Melihat peluang pasar yang luar biasa besar, PT Bhakti Nusantara Teknologi (BNT) memperkenalkan perangkat dekontaminasi berupa produk terbarunya yaitu Aerosafe Mini. Memiliki sistem dual mode yaitu Decontamination Mode dan Air Purifier Mode, Aerosafe Mini memanfaatkan teknologi Ozon dan Ion Negatif yang mampu membasmi sekaligus menetralisasi virus, bakteri, dan zat berbahaya lainnya. Selain Aerosafe Mini, BNT juga memiliki varian produk lain yaitu Aerosafe Portable yang dibekali sistem yang lebih canggih dan jangkauan yang ekstra luas. Kedua perangkat tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara di sekitar para konsumennya.

Penasaran dengan fitur dan spesifikasi lengkap dari ketiga produk Aerosafe tersebut? Klik di sini ya!

Categories
NEWS

Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Kemeriahan dan Kesehatan!

Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Kemeriahan dan Kesehatan!

Menyambut tahun baru Imlek, Aerosafe menghadirkan hampers special untuk keluarga tercinta.

Dalam rangka menyambut tahun baru Imlek yang akan jatuh pada tanggal 12 Februari 2021, Aerosafe telah mempersiapkan sebuah paket special yang cocok untuk dijadikan hadiah, baik untuk keluarga maupun untuk rekan kerja Anda.

Paket yang terbungkus rapi dalam kotak berwarna coklat dengan ornamen berwarna merah dan emas khas perayaan Imlek ini berisi:

1 unit Aerosafe Mini
1 unit Reusable Silicone Aerosafe Mask
5 pcs Replacement Filters
2 pcs Original Taiwanese Pineapple Cake
1 pc Chinese New Year Card

Perangkat Kesehatan yang dikombinasikan dengan kue dan kartu ucapan bernuansa tradisi Tiongkok ini tidak hanya akan menghadirkan kebahagiaan untuk penerimanya, tapi juga Kesehatan yang harus menjadi perhatian utama Anda, terutama di masa seperti ini.

Tertarik mendapatkan paket special ini? Hubungi Aditya melalui WA +62 878 8337 0384 atau email di aditya@bnt-group.co.id.